Oke, mungkin saudara sudah bosan dengan cerita-cerita yang terjadi tentang teman-teman yang tidak anda sekalian kenal. Memang, saya suka heran apa ya kira-kira yang akan saya tulis dib log ini agar tetap eksis.
Baiklah, saya akan bercerita tentang liburan paskah yang lebih dari 1 minggu itu.
Hari pertama, Senin. 4/14/ 2009
Ooooooo…satu hari liburanku yang beharga dihabiskan dengan berlatih teater di sekolah. Ohhhhhh…dan apa yang harus saya lakukan dalam kasus ini? Yaitu memakai pakaian bali (saya terpaksa menyebarkan berita ini, maaf bagi guru-guru charis yang membacanya-terutama kepala sekolah, pelatih teater saya)
Saya tidak bisa membayangkan orang tua tertawa melihat saya berpakaian ‘benar-benar wanita’ dalam teater mandiri perdana saya. Yah, saat itu mungkin saya hanya bisa berpikir
“God..why is this happen to me..why..?”
Tapi masuk klub itu saya sudah menjadi berkah. Pada dasarnya saya suka melihat film, dan saya ada bakat sedikit di dalam berakting. Ya sekarang..siapa yang mau merekrut saya?
==cukup mengucapkan kata ‘saya’ dalam testi ini! Gue bingung sendiri!!!==
Dan sepulang dari latihan teater, aku, bersama dengan teman teaterku berkumpul di rumah Sharon untuk bertemu Tirzah, teman kami yang pindah ke Jakarta (bagi yang sudah membaca testi-testi sebelumnya pasti sudah mengenal sejarah Sharon, Tirzah, dkk)
Bermain-main, gembira ria, tralala…(error)
Bagian yang kusuka dari semua ini adalah, makan-makan. Oh! That was a miracle! Aku menghabiskan berbungkus-bungkus snack yang –dibeli oleh teman kita yang baik hati John dan Irwan yang bersedia mengeluarkan uang tunai sebanyak 80.000 untuk berkantong-kantong snack—
That was cool…
Aku suka liburanku dimulai dengan hal-hal riang semacam itu. Wkwkwkwkwk..
Hari selasa 4/14/2009
kita lewati. Kulewati dengan biasa saja. Makan, tidur, dan duduk di depan komputerku dalam jangka waktu yang..ehm.,lama.
Hari rabu!!! 4/16/2008

Ini hari super!
Kita semua bertamasya ke BNS!!! (taman wisata malam –seperti pasar malam tetapi tetap di satu tempat-tidak berpindah-pindah. Terletak di kota Batu) aaaaaa..indah!
pertama-tama inilah sejarah pertama, 14 yang masuk ke dalam mobil kijang milik John. Dan muat. (yah, mungkin untuk beberapa dari anda biasa saja) Tapi sebagian besar dari kita adalah manusia berisi! Termasuk saya. (wah! Aku memberi tahu jati diriku yang sebenarnya!)
3 orang termasuk papa John yang menyetir di depan.
7 orang. Fefe,Teppi, diriku, Sistha, Sharon, Tirzah, dan Olive di tengah.
5 orang di belakang. Filemon (dihitung 2), Eben, Danny, Irwan, dan Jethro.
Anggota pertama,
John : (belum pernahku ceritakan tentang dirinya) Pria kecil dari kelas sebelah. Berkulit hitam dan benar-benar –wah, benar-benar kecil. Tapi anggota basket sekolah. DAlam kasus ini, ia duduk bersebelahan denganku pada waktu kita bermain –entah apa itu namanya- tapi semacam wahana berbahaya dengan tempat duduk (yeiyelah..) hanya dengan 2 pasangan, lalu diputar-putar-dibanting-banting-yah semacam itulah.
Ia berteriak,
“Darah Yesus!” berkali-kali.
“Embaaaakk! Berhentttiii…Embaaaakk! Cukkuuppp!! Heh! Emmbaaaakkk!!!” teriaknya lagi.
Saya bisa melihat air matanya terkujur. Oh, sedih sekali.
Yah, saya bisa mengerti kekawatirannya. Apalagi dengan bentuk badan yang sangatlah kecil itu. Bisa saja terjadi sesuatu yang tidak mengenakkan, bila itu terjadi, kita tidak bisa kembali ke rumah masing-masing.
Steve : Semua sudah tahu tentang dirinya.
Sewaktu di foodcentre, aku tidak membawa uang cukup. Terpaksa berhutang dengan dirinya dan Danny, kakaknya. Hebat sekali, Steve berteriak kencang saat makan bersama. Apalagi saaat makanan pesanannya datang lebih dulu (bercanda)
Fefe : Menghabiskan waktu bersama dengan Jetro. Oh, indah. Memang, malam itu adalah waktu yang tepat untuk pasangan ini. Haha. Kemana-mana berdua euy. Asik juga melihatnya.
Teppi : Adik Tirzah. Tirzah yang baik menjaga adiknya. MEmang, tugas kakak, beda sama gue yang ‘who cares..’ saat adiknya hendak menelan kecoa. Teppi bermain banyak wahana dengan sang kakak. Gue mana mau.
Diriku yang cool ini, Yah, saat yang paling tepat, setelha melihat insiden John berteriak, dan aku yang sekarat, aku memutuskan untuk bermain wahana-wahana yang lebih berbahaya.
Sharon : Sharon yang baik juga ikut bermain wahana-wahana yang banyak seperti diriku. Memang, dia teman yang baik. (salah! Salah besar! Apa yang kutulis ini tidak benarrrrrrrrr!!!) dan uang 6000 miliknya yang tertitipkan padaku, sepertinya sudah terpakai olehku tampa sepengetahuan dia..
Sistha : Ini baru yang baik. Kemana-mana lebih sering dengan Sharon. Bermain wahana juga. Sedang aku lebih ke Olive. Sistha lucu sekali pada waktu ia memutuskan untuk ikut wahana berbahaya sekali lagi, demi aku dia mau bermain lagi. Walau sebenarnya takut juga. Ohhh..that was the sweetest thing.
Tirzah: Diam seperti dirinya. Memang, dia cool banget. Diem dan tenang. Mau coba begitu, tapi susah dan tidak akan bisa. Seperti yang sudah diceritakan, ia kemana-mana sering bersama dengan adiknya, Teppi. Kakak yang baik. Sekarang, dirinya sudah kembali ke Jakarta dengan damai. Sampai ketemu lagi, Tir…semoga kamu bisa membaca testiku yang imut. (ga nyambung, jayus pula)
Dan Eben. Kakak dari Sharon. Haha, lucu sekali pemirsa sekalian, saat ia bermain wahana yang dibanting-ria itu, sekarat dirinya. Tidak berteriak, memejamkan mata, kepalanya terkujur pasrah. Dan…seakan tidak bernyawa. Semua teman setanah airnya mengira ia sedang pingsan. Atau diambil yang kuasa secara tidak senonoh. Sesaat selesai, ia hanya tertawa garing. Tidak mau naik untuk kedua kalinya. Begitu pula dengan Filemon dan Danny. Filemon berbadan besar merasa,
“Berat sebelah euy rasanya.” Katanya Sedang, temannya Danny tidak menunjukkan ekspresi apapun. Sepertinya shock. Tetapi Jetro masih bisa tersenyum. Memang, pria holy sayang Tuhan.
Semuanya senang. Ada yang lupa kusebutkan? Tidak kan?
Oh kami bertemu dengan teman kelas 7ku, Aldo. Dan temannya- yang aku tidak tahu siapa namanya-tetapi ia terlihat seperti anak kelas 5 sd, dan sungguh shock, dia ternyata seumur denganku.
Hari selanjutnya, lumayan. Semua berjalan lancer. Aku benar-benar mempergemuk badanku yang ndut ini. Sudahlah, setidaknya masih cantik.